Memunculkan ide-ide baru adalah impian semua orang, tetapi kebanyakan dari mereka tidak menyadari bakatnya sendiri. oleh karenanya membutuhkan latihan dan cara yang merangsang otak agar inovatif.
Berikut cara melatih otak agar inovatif
1. Kegigihan – Inovasi melibatkan lebih dari sekedar
ide-ide besar. Kita membutuhkan keyakinan, kerja keras dan fokus yang
tajam pada hasil akhir untuk tetap bertahan pada visi kita dalam
menghadapi hambatan dan rintangan. Kita cenderung untuk melihat hasil
akhir dari suatu ide yang inovatif, tapi apa yang kita tidak lihat
adalah tindakan, kerja keras dan ketekunan yang ada di balik layar untuk
membuat visi tersebut menjadi kenyataan.
“Penemuan adalah 1% inspirasi, 99% keringat”, -Thomas A. Edison -
2. Hilangkan Kebiasaan Membatasi Diri – Di bawah
sihir hambatan/rintangan, kita merasa terbatas dan terjebak. Kita perlu
membebaskan diri dari pikiran-pikiran ini dengan menghilangkan asumsi
dan pembatasan. Ini adalah apa yang kita maksud ketika kita mengatakan
“berpikir di luar kotak”. Dorong diri kita untuk terbuka terhadap
ide-ide baru dan solusi tanpa pengaturan keyakinan yang membatasi.
Ingat, inovatif adalah lebih jauh tentang psikologi daripada
intelektualitas.
3. Ambil Risiko, Buatlah Kesalahan – Saya percaya
bahwa sebagian alasan mengapa kita membatasi diri adalah ketakutan kita
untuk gagal. Berpikirlah selalu bahwa beberapa ide memang akan gagal
untuk proses pembelajaran. Buatlah banyak prototypes, uji cobakan pada
orang-orang, kumpulkan umpan balik, dan lakukan perubahan secara
bertahap. Dibanding memperlakukan kesalahan
sebagai kegagalan, anggaplah hal itu sebagai percobaan. “Percobaan
adalah kegagalan yang memang diharapkan untuk secara sengaja mempelajari
sesuatu.” – (Scott Berkun). Jangan menghukum diri sendiri untuk
kegagalan, sebaliknya terimalah kegagalan, ambil pengetahuan yang baru
didapat dan olahlah kembali untuk mencari solusi terbaik. Tetaplah
berada di tujuan anda sampai menghasilkan hasil terbaik, namun tetap
harus dipahami bahwa mungkin anda akan menabrak batu rintangan di
sepanjang jalan.
“Saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak berfungsi.”, -Thomas A. Edison –
4. Melarikan diri – lingkungan kita sangat
mempengaruhi apa yang kita rasakan. Semakin santai dan tenang kita
secara internal, lebih mudah kita memasuki alam inovatif dalam pikiran
kita. Inilah sebabnya mengapa ide-ide kadang-kadang datang kepada kita
ketika berada di kamar mandi atau saat kita sendiri. Masing-masing dari
kita memiliki pemicu yang berbeda untuk mengakses energi inovatif kita.
Banyak pemikir besar pergi keluar berjalan-jalan untuk mencari solusi
terhadap permasalahan mereka. Bereksperimenlah dan temukan apa yang
bekerja baik untuk anda.
5. Menuliskan ide-ide – Banyak inovator dan
orang-orang inovatif membuat jurnal untuk menuliskan ide-ide dan pikiran
mereka. Beberapa menyimpan buku sketsa, buku memo, post-it notes, atau
kertas kosong. Mereka semua memiliki metode untuk menangkap pikiran
mereka, untuk berpikir di atas kertas, mengatasi hambatan mereka dan
memulai proses inovatif. Sebagai informasi, catatan Leonardo Da Vinci
yang terkenal dibeli oleh Bill Gates seharga $ 30.8 Juta dolar.
6. Carilah Sebuah Pola & Buat Kombinasi – Ide
berasal dari ide-ide lain sebelumnya. Tahukah Anda bahwa Edison bukanlah
orang pertama yang muncul dengan penemuan bola lampunya? Ia adalah
orang pertama yang membangun filamen karbon yang bisa diterapkan di
dalam bola kaca, yang membuat lampu lebih tahan lama. Bukalah diri anda
selebar-selebarnya terhadap ide-ide baru, cari pola dan lihat bagaimana
anda dapat menggabungkan ide-ide tersebut untuk memperbaiki solusi yang
ada.
7. Keingintahuan – Banyak inovator hanya sekedar
orang- orang yang penasaran ingin tahu, dan ingin memecahkan masalah.
Berlatihlah melihat sesuatu dengan cara berbeda. Misalnya, saat melihat
solusi untuk sebuah masalah, tanyakan pada diri sendiri, “Apa sajakah
cara alternatif untuk melakukan hal ini?”. Ajukan banyak pertanyaan dan
tantang norma atau metode yang sudah ada saat ini.
Berikut adalah beberapa teknik yang dapat diterapkan untuk menumbuhkan inovasi:
• Buatlah Jurnal – Berlatih menulis setiap pikiran, ide, dan inspirasi anda. Cobalah brainstorming dan berpikir di atas kertas.
• Memecahkan Masalah yang Berlawanan - Idenya adalah
untuk menciptakan dan bertukar pikiran dengan memecahkan masalah yang
berlawanan dari yang sedang anda coba untuk pecahkan saat ini. Contoh,
jika anda mencoba untuk membuat “Desain laptop terbaik”, maka mulailah
dengan ide-ide untuk membuat “Desain laptop terburuk”. Untuk setiap
gagasan Anda yang muncul, buat ide sebaliknya. Misalkan, jika “berat dan
gemuk” adalah salah satu ide untuk “Desain laptop terburuk”, kemudian
baliklah menjadi “ringan dan ramping” yang dapat digunakan dalam “Desain
laptop terbaik”.
Teknik ini bekerja dengan baik terutama saat melakukan brainstorming
dalam kelompok. Namun mungkin bisa terdengar lucu ketika orang-orang
mencoba menjawab. Humor akan membuat hambatan berkurang dan mendorong
orang untuk mengatakan sesuatu dengan lantang. Orang-orang akan merasa
lebih nyaman dan terbuka.
• Cari Sebuah Lingkungan Inovatif – Cari lingkungan
yang santai atau menginspirasi yang memicu kreativitas anda. Cobalah
tempat-tempat yang berbeda sampai anda menemukan beberapa tempat dimana
anda dapat mengeluarkan usaha terbaik anda. Mungkin ruang tamu rumah
anda, taman atau cafe.
• Lakukan Sesuatu yang Menyenangkan – Jika anda
menemukan kebuntuan, ubah pikiran anda dengan melakukan sesuatu yang
menyenangkan dan benar-benar berbeda. Kembali pada aktivitas ketika
pikiran telah segar.
• Bermitra – Temukan kemitraan kreatif dengan orang
lain. Ide-ide baru bisa muncul sebagai akibat dari dua kekuatan bersatu,
yang mungkin tidak akan pernah terjadi jika dilakukan hanya oleh satu
orang. Brainstorming-lah bersama-sama.
• Berkomitmen untuk Gagal – Komit pada diri anda
untuk mengambil cukup risiko bahwa anda akan gagal selama beberapa
waktu. Jika Anda tidak gagal, kita tidak melakukan sesuatu yang cukup
sulit atau inovatif.
• Bicaralah dengan Seseorang – Saya telah menemukan
bahwa ketika saya mencoba untuk mengungkapkan masalah tertentu kepada
seseorang, entah bagaimana saya secara tidak sengaja mengungkapkan juga
solusinya. Ketika menjelaskan situasi saya, saya sebetulnya tidak
mengharapkan mereka untuk memecahkan masalah saya, melainkan bertindak sebagai ‘papan pantul’ untuk ide-ide.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar